You are here

Bandar Judi Kelahiran Medan Dibekuk Polsek Penjaringan

(foto int/ist)

JAKARTA, MANDIRI
Sebuah lokasi perjudian di Jalan Jelambar Fajar No. 78 RT009/006, Penjagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, digrebek aparat jajaran Polsek Penjaringan Minggu (2/12) dini hari.

Dari hasil penggerebekan yang dilakukan pada pukul 02.00 WIB dini hari itu, petugas menyita barang bukti uang tunai senilai Rp24,218 juta. Barang bukti lain yang ikut disita antara lain empat set kartu remi, meja dan kursi, tempat penyusunan kartu, rekapan judi bola, dadu taysiaw, dan
Polisi juga mengamankan tersangka bandar judi, Yanto Halim alias Lim Hong, 64. Selain bandar judi kelahiran Medan, Sumatera Utara itu, petugas juga menangkap sebanyak 30 orang pemain (12 perempuan dan 18 laki-laki).
"Sekitar pukul 01.00 WIB kita menuju ke lokasi mendapatkan bangunan berlantai tiga. Tempat yang berlokasi di daerah padat penduduk itu merupakan perusahaan percetakan kertas yang sekaligus dijadikan pelaku untuk melakulan kegiatan perjudian," ungkap Kapolsek Penjaringan Ajun Komisaris Besar Aries Syahbudin saat rilis barang bukti bertempat di Polsek Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (2/12).
Kegiatan perjudian tersebut, kata Aries, diperkirakan sudah berjalan sekitar dua bulan. Adapun pola kegiatan perjudian yang dikelola oleh pelaku yaitu dengan sistem undangan karena kebanyakan sudah saling menelepon kenal satu sama lain.
"Undangannya via telepon. Nanti mereka yang datang tinggal pilih mau main (judi) apa dan tergantung dengan jumlah pemain yang datang," ujarnya.
Keberhasilan pengungkapan kegiatan perjudian itu berawal dari informasi dari masyarakat yang curiga dengan kegiatan di rumah berlantai tiga itu. Aries kemudian mendalami informasi tersebut dengan memimpin langsung operasi mendalami tempat sesuai dengan yang dilaporkan warga.
"Para tersangka kini diamankan di sel Polsek Penjaringan guna pengusutan lebih lanjut," tegas Aries.
Aries mengatakan tersangka akan dikenakan pasal 303 KUHP tentang Ketentuan Menyelenggarakan dan Menyediakan Sarana untuk Permainan Judi. Adapun denda pidana yang akan dijatuhkan yaitu kurungan penjara maksimal 10 tahun.
"Selama saya di sini, kalau wilayah Penjaringan, Muara Karang, ini yang ketiga kalinya (penggerebekan judi skala besar). Rata-rata judi online. Yang kecil-kecil sih banyak," pungkas Aries.[miol]

Add new comment