You are here

F-PDIP dan F-GBBR DPRD Sumut Menolak Hadiri

Gatot Mantan Ketua PKS Sumut Hari Ini Dilantik Jadi Gubsu

*Pelantikan di Jakarta, Terkesan Dipaksakan dan Pemborosan Uang Rakyat

MEDAN, MANDIRI
F-PDI Perjuangan dan F-GBBR (Gerindra Bulan Bintang Reformasi) menolak menghadiri acara pelantikan Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho, ST menjadi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) defenitif yang menurut informasi dilaksanakan hari ini, Kamis (28/2) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta. Alasannya, pelantikan itu terkesan dipaksakan oleh pimpinan dewan, selain jadualnya belum final dibahas di Banmus (Badan Musyawarah) juga terjadi pemborosan uang rakyat.
Penolakan itu diungkapkan Ketua F-PDI Perjuangan DPRD Sumut Budiman P Nadapdap, SE dan Ketua F-GBBR H Yan Syahrin, SE kepada wartawan, Rabu (27/2) di DPRD Sumut. “Kita dari F-PDI Perjuangan sudah sepakat tidak akan menghadiri pelantikan Gatot menjadi Gubsu defenitif di Jakarta, karena pelantikan tersebut terkesan dipaksakan dan belum ada jadual final dibahas di Banmus (Badan Musyawarah) selaku penentu kegiatan di lembaga legislatif,” tegas Budiman Nadapdap dengan tegas.
Ditambahkan Budiman, keputusan rapat Banmus yang digelar Selasa (26/2) sore sudah sepakat pelaksanaan pelantikan digelar seusai Pilgubsu, yakni pada 8 Maret 2013 di gedung paripurna DPRD Sumut. Tapi kenapa tiba-tiba pimpinan dewan menyepakati pelantikan pada 28 Februari 2013 di Jakarta. “Ada apa ini. Kok dipaksakan kali di saat-saat masa kampanye,” tegasnya.
Seharusnya, tambah Budiman, pimpinan dewan memiliki etika dalam memutus jadual-jadual acara di lembaga legislatif dengan mengundang pimpinan fraksi, bukan langsung memutuskan tanggal 28 Februari. Apalagi tempat pelantikannya juga dilaksanakan di Jakarta, sehingga terkesan menghambur-hamburkan uang rakyat.   
“Kita bukan tidak setuju Gatot dilantik jadi Gubsu defenitif, karena pelantikan itu sudah menjadi keharusan UU (undang-undang). Tapi sangat tidak tepat, kalau jadual pelantikannya dipaksakan, apalagi pada saat berlangsungnya kampanye Pilgubsu. Kita tahu, Gatot Pujo Nigroho juga sedang menjalani masa cuti,” ujar Budiman yang mengaku hingga kini belum menerima undangan acara pelantikan di Jakarta.
Hal senaja juga diungkapkan Ketua F-GBBR H Yan Syahrin, SE, bahwa fraksinya juga tidak akan menghadiri acara pelantikan Gatot di Jakarta, karena terkesan pemborosan uang rakyat dan dari segi etikanya juga tidak elok, kalau di saat masa kampanye dan Gatot sedang menjalani masa cuti, justru dilaksanakan pelantikan.
“Yang normal-normal sajalah, jangan dipaksakan. Banmus juga sudah sepakat pelantikan diadakan setelah usai Pilgubsu dan tempatnya di Medan. Tapi tiba-tiba berubah di Jakarta. Berapa uang rakyat dikorbankan untuk 100 anggota dewan hanya untuk menghadiri pelantikan,” ujar Yan Syahrin sembari menegaskan, sebenarnya di Medan juga aman dan kondusif, kanapa harus di Jakarta.
DILANTIK HARI INI
Seperti informasi yang diterima kemarin, Gatot Pujo Nugroho dilantik menjadi Gubsu definitif, Kamis (28/2) hari ini, setelah melalui kesepakatan rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Sumut. Pelantikan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Kantor Kemendagri di Jakarta.
Jika pelantikan tersebut jadi dilaksanakan, maka ada sejarah baru tercatat yaitu kader PKS menjadi orang nomor satu di Sumatera Utara. Seperti diketahui, Gatot Pujo Nugroho ST merupakan mantan Ketua DPW PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Sumatera Utara. Ia melepas jabatan ketua setelah terpilih menjadi Wakil Gubsu mendampingi Gubsu H Syamsul Arifin SE pada Pilgub 2008.
Pelantikannya di Kemendagri disebut Ketua F-PDIP dan Ketua F-GBBR DPRD Sumut menimbulkan pemborosan uang rakyat, mungkin dikarenakan untuk acara itu Pemprovsu harus memberangkatkan tidak sedikit pejabat khususnya anggota DPRD Sumut ke Jakarta. Seperti diketahui, pelantikan seorang gubernur lazimnya dilakukan dalam sidang paripurna istimewan DPRD provinsi setempat. 
Jika memang demikian, maka sekitar 100 anggota DPRD Sumut harus berangkat ke Jakarta untuk menggelar sidang paripurna istimewa dengan agenda pelantikan Gubsu tersebut, dengan segala biayanya ditanggung oleh dana APBD yang berarti uang rakyat. Penolakan sebagian anggota dewan menghadiri pelantikan tersebut akan sekaligus bermakna penghematan bagi uang rakyat (APBD) Sumut.
Sumber Harian Mandiri di Jakarta kemarin menyebutkan, hingga sore hari sudah banyak pejabat kantor Gubsu dan SKPD Sumut yang sudah tiba di Jakarta. Sebagian besar dari mereka menginap di Mess Pemprovsu di Jalan Jambu, Menteng, Jakarta Pusat. Diperkirakan malam harinya hingga Kamis pagi ini anggota dewan juga akan berdatangan.
SENGAJA DI JAKARTA
Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara H Kamaluddin Harahap, yang dihubungi wartawan melalui telepon, Rabu (27/2) membenarkan jadwal pelantikan tersebut.
Menurut Kamaluddin pelantikan Gatot sengaja digelar di Jakarta untuk menjaga netralitas, karena saat ini sedang jadwal kampanye Pilgub di Sumut. “Pelantikan memang sengaja digelar di Jakarta untuk menjaga netralitas dan persepsi macam-macam,” kata Kamaluddin.
Seperti diketahui, Gatot Pujo Nugroho merupakan salah satu pasangan Cagub Sumut yang berpasangan dengan wakilnya Tengku Erry Nuradi. Atas dasar pertimbangan-pertimbangan itulah menurut Kamaluddin, DPRD Sumut melakukan diskusi secara implisit melalui rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Sumut dan menyepakati pelantikan dilakukan di Jakarta.
Dia memaparkan jadwal pelantikan Gatot juga merupakan hasil keputusan Banmus  DPRD Sumut dibawah pimpinan Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga. Karena wewenang jadwal pelantikan Gatot menurutnya ada pada Banmus.
Menurut Kamaluddin pelantikan Gatot sebagai gubernur definitif, merupakan kehendak paripurna di DPRD Sumut untuk segera meningkatkan statusnya dari Wakil Gubernur menjadi gubernur. Pelantikan, kata Kamaluddin sudah sesuai prosedur, kerena merupakan Keputusan Presiden (Kepres) Republik Indonesia.
Seperti diketahui Gatot Pujo Nugroho ditetapkan sebagai gubernur definitif setelah gubernur sebelumnya, Syamsul Arifin, mendapatkan vonis berkekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung terkait kasus korupsi penyelewengan APBD Kabupaten Langkat.
Untuk itu Presiden mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 14/P Tahun 2013 tertanggal 13 Februari 2013 tentang Pengesahan Pengangkatan Wakil Gubernur Sumatera Utara menjadi Gubernur dengan masa jabatan 2008-2013.
“Jadi karena Kepres nya sudah keluar tidak boleh lagi ditunda-tunda,” ujar Kamaluddin.   
Apalagi, kata Kamaluddin, Gatot baru sah menjadi gubernur definitif setelah dilakukan pelantikan.
Kamaluddin juga mengatakan Mendagri Gamawan Fawzi juga mengkawatirkan jika pelantikan digelar di Medan akan muncul anggapan adanya ketidaknetralan atau berpihak ke Gatot karena saat ini masih dalam masa kampanye Pilgub Sumut.
Sebelumnya hal yang sama juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumut, Sigit Pramono Asri, bahwa pelantikan lebih baik digelar di Jakarta.
“Untuk penentapan tempat memang terjadi tarik menarik di lingkungan anggota Banmus DPRD Sumut, sebagian anggota dewan minta pelantikan di Medan untuk menghemat biaya. Tapi Mendagri minta agar pelantikan digelar di Jakarta,” kata Sigit.
Sebelumnya sempat terjadi beda pendapat di lingkungan fraksi-fraksi DPRD Sumut mengenai penetapan jadwal pelantikan Gatot.
Diantaranya ada yang menginginkan  tanggal 25 Maret ada pula  8 April usai Pilgub Sumut digelar. “Saya sendiri meminta tanggal 1 atau 4 April,” kata politisi Partai Golkar Chaidir Ritonga.
Munculnya beberapa opsi ini, kata dia karena sekarang sedang berlangsung masa kampanye, termasuk Gatot yang kini mengambil cuti sebagai calon gubernur.
Kenapa akhirnya dilantik di Jakarta, kata Chaidir untuk menjaga agar proses Pemilukada Sumut terjaga dan kondusif.
“Ini etika politik saja, kenapa harus ditunda-tunda sedangkan Kepresnya sudah keluar. Apalagi tidak ada jaminan Pilkada Sumut berlangsung satu putaran,” ungkap Chaidir.(ysc)
Foto: 
Pada acara Rakernas PKS 2012 di Hotel Santika Dyandra, Medan, Selasa (27/3/2012), Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho (kiri) tampak berjalan akrab dengan Presiden PKS H Luthfi Hasan Ishaq (kanan) dan Ketua Majelis Syuro H Hilmi Aminuddin. (Foto: int/boaboa.com)
 
 
Rubrik: 

Add new comment